Image

Roh Kudus dalam Gereja Peziarah: Menuju Eklesiologi Pneumatologis dan Ekaristis di Indonesia

Sinopsis

Gereja tidak pertama-tama lahir dari struktur, hukum, atau kehendak manusia, melainkan dari pemberian Roh Kudus yang terus-menerus menghidupkannya.

Buku ini menawarkan pembacaan atas Gereja sebagai fenomena Roh, sebagai peristiwa kasih yang diberikan, diterima, dan dirayakan dalam Ekaristi. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi pneumatologis, buku ini mempertemukan pemikiran Jean-Luc Marion tentang givenness dan fenomena jenuh, dengan teologi Roh Kudus Yves Congar serta ontologi relasional John Zizioulas. Dalam sintesis ini, Gereja dipahami bukan sebagai institusi yang “memiliki” rahmat, melainkan sebagai komunitas yang hidup dari penerimaan Roh; bukan sebagai sistem tertutup, melainkan sebagai communio yang terus dibarui oleh peristiwa pemberian ilahi.

Ekaristi menjadi pusat refleksi: perjamuan di mana Kristus menyerahkan diri, Roh Kudus diutus, dan Gereja dilahirkan kembali sebagai tubuh yang hidup. Dari epiklesis hingga perutusan, dari liturgi hingga kehidupan sosial, buku ini menegaskan bahwa iman Kristiani bukan pertama-tama pengetahuan tentang Allah, melainkan partisipasi dalam kasih yang memberi diri.

Ditulis dalam dialog antara filsafat kontemporer, tradisi Gereja, dan konteks Gereja Indonesia, buku ini ditujukan bagi mahasiswa teologi, imam, religius, katekis, dan siapa pun yang ingin memahami Gereja bukan hanya sebagai objek kajian, tetapi sebagai pengalaman Roh yang mengundang untuk diterima, dihayati, dan dibagikan.

Dari pemberian menuju perjamuan, dari perjamuan menuju kehidupan — Gereja berjalan sebagai tubuh yang hidup dari Roh Kudus

download sinopsis/deksripsi

Rp. 100.000


-


Penulis: Antonius Denny Firmanto
Ukuran: 22 x 18
Isi: 74
Terbit: 2025
ISBN: -